Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Wednesday, May 09, 2018

Cara Menyelesaikan Skripsi dengan Cepat

Cara menyelesaikan skipsi dengan cepat
Beberapa bagi sebagian orang memang sangat tabu bahkan menjadi mimpi buruk hanya untuk sekedar melakukan atau menuntaskan  syarat akhir dari perkuliahan. Hal ini menjadi permasalahan utama bagi kaum akademis khususnya mahasiswa/ mahasiswi tingkat akhir memang terdengar sangat sulit dan mendengar pengalaman – pengalaman kaka tingkat yang sudah lulus, kebanyakan dari mereka memang berpendapat bahwa membuat skripsi itu sulit dan menyita banyak waktu, tenaga, pikiran bahkan uang yang tidak sedikit.
Disini saya akan memberi beberapa trik jitu untuk menyelesaikan skripsi atau tugas akhir bagi para pengejar dosen pembimbing alias mahasiswa tingkat akhir :
1.      Menentukan Jenis Penelitian
Sebelum melakukan apapun kita harus memikirkan matang- matang jenis penelitian apa yang akan kita ambil. Karena keputusan diawal akan mempengaruhi perjalanan dan alur dalam penelitian. Saya kasih gambaran beberapa jenis penelitian yang sering digunakan dalam pembuatan skripsi yaitu ada Kualitatif, kuantitatif dan Penelitan Tindakan Kelas (PTK).
Jenis penelitian kualitatif merupakan penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif – induktif, pendekatann ini berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli,maupun pemahaman peneliti berdasakan pengalamannya. . Sedangkan kuatitatif berfokus pada proses dan makna dari uji coba penerapan suatu metode. Dan PTK lebih meneliti tentang hal – hal yang terdapat dalam proses yang berada dalam ruang lingkup kelas.

2.      Menentukan Judul Yang Jarang Dibahas, Yang Menarik, Yang Baru Didengar.
Setelah menentukan jenis penelitian dan sudah sangat bulat maka kita harus segera menentukan atau memilih judul.  untuk penelitian yang akan dilakukan sebagai judul skripsi. Usahakan judul yang jarang dibahas atau yang tidak familiar karena judul yang biasa sering dibahas besar kemungkinan tidak di acc. Karena dengan alasan sudah ada yang meneliti dengan judul tersebut. Saran saya usahakan membuat beberapa judul untuk diajukan.
3.      Sesegera Mungkin Membuat Proposal Penelitian
Pengalaman saya membuat proposal penelitian itu tidaklah sulit sama halnya seperti kita membuat makalah tugas- tugas kuliah biasa hanya saja ini berbentuk proposal penelitian sebagai ajuan untuk judul skripsi. Setelah diajukan kita akan tau proposal kita di acc atau tidak kalau di acc maka kita bisa lanjut ketahap selanjutnya. Kalau misalkan tidak diterima alias ditolak maka segera lah membuat kembali proposal dengan judul yang berbeda atau judul cadangan yang sudah kita persiapkan sebelumnya. Sehingga kita pusing memikirkan dari nol lagi pri hal judul.

4.      Mengikuti Seminar Proposal / Sidang Proposal Gelombang Pertama
Usahakan dalam bentuk persidangan mengikuti pada gelombang pertama. Karena dalam gelombang pertama mempunyai bobot nilai yang berbeda dibanding dengan gelombang selanjutnya. Manfaatnya setelah sidang pertama lulus maka kita siap memulai mengerjakn skripsi dengan leluasa waktu.

5.      Mengumpulkan Bahan Reverensi
Mengumpulkan reverensi yaitu mencari buku- buku sebagai bahan acuan untuk mengerjakan skripsi biasanya unuk mencari beberapa teori/ pendapat para ahli. Mencantumkan reverensi merupakan hal wajib dalam pengerjaan skripsi, karena skripsi harus mengacu pada dasar atau reverensi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

6.      Melakukan Pendekatan Terhadap Dosen Pembimbing
Maksudnya pendekatan terhadap dosen pembimbing itu adalah kita harus melakukan pendekatan secara langsung atau tidak langsung, misalnya pendektan dengan menggunakan komunikasi yang baik dan intens. Contohnya mengetahui nomor telfon / wa dospem, sehingga lebih mudah berkomunikasi untuk Mengatur jadwal pertemuan bimbingan  dengan dospem. Sesekali tanyakan alamat rumah dan berkunjung ke rumahnya supaya lebih akrab.

7.      Selalu Membawa Leptop Ketika Bimbingan
Leptop merupakan alat penting ketika menyusun skripsi, kenapa ketika bimbingan kita harus membawa leptop? Setelah bab perbab kita bimbingkan pada dosen maka skripsi yang sudah kita buat akan direvisi dan dicorat coret oleh despem, maka siapkan segera setelah dibimbingkan langsung diperbaiki tanpa harus menunda lagi waktu dan membuat kita malas. Sehingga bimbingan dari dosen langsung kita terapkan / benarkan dalam soft file skripsi dan hari esoknya kita bisa atur jadwal untuk menyetorkan revisian. Alhasil hari esok pun kita bisa lanjutkan ke bab selanjutnya. Begitulah terus menerus. Maka dalam seminggupun kita bisa menyelesaikan skripsi yang kita buat.

8.      Daftar Sidang Gelombang Pertama
Setelah selesai skripsi yang kita buat maka segeralah mendaftarkan diri gelombang pertama, seperti halnya sidang proposal. Sama saja isinya mempertanggungjawabkan tentang hal –hal yang telah kita tulis dalam skripsi. Kenapa harus gelombanh pertama, karena gelombang pertama selain punya nilai plus agar tidak terlambat waktu wisuda karena biasanya jaraknya jauh apabila tertinggal gelobang satu dan bisa jadi wisuda kita pun menjadi jauh tertinggal dengan gelembang satu. Jadi semakin kita cepat sidang skripsi maka akan segera cepat wisuda dan sebaliknya.

9.      Mengikuti Ujian Dengan Percaya Diri
Ujian atau sidang skripsi tak semenyeramkan yang kita pikirkan. Justru ini lebih mudah dibanding ujian atau sidang komprehensip. Karena sidang skripsi lebih kita kuasi apabila memang skripsinya asli dan mutlak buatan kita sendiri. Yang tau skripsi kita yaitu kita sendiri bahkan pengujipun tidak tau seluk beluknya penelitian/ isi skripsi kita. Tugas kita hanya meyakinkan bahwa penelitian yang kita buat hasil kita sendiri. 

.
Beberapa orang gagal wisuda yaitu karena mereka malas mengejar dosen pembimbing dan malas merevisi. Semoga tips diatas bisa membantu.


Wednesday, December 24, 2014

CARA MENGAJAR YANG BAIK


Sumber : teacherstechworkshop.com
Cara Mengajar yang Baik - Sebagai seorang guru tentunya saya harus kreatif dalam melakukan kegiatan belajar mengajar. Berbagai hal harus saya coba untuk bisa membuat siswa saya mengerti apa yang saya sampaikan. Mengutip halaman hanyalewat.com saya menemukan cara/trik/tips mengajar supaya siswa bisa memahami apa yang kita ajarkan kepada mereka. 


Mengajar itu Horisontal, Bukan Vertikal 

Sifat mengajar yang horisontal berarti kita sebagai tentor menempatkan diri sama tinggi dengan siswa kita. Kita berbicara sebagai orang yang lebih dahulu tahu, bukan lebih pintar. Kita mentransfer ilmu, bukan memberi ilmu. Saya seringnya mengatakan seperti ini setelah perkenalan:
“Saya berdiri di depan anda sekalian bukan karena saya lebih pintar dari anda, namun hanya karena saya mengenal ilmu ini lebih dahulu daripada anda. Mungkin suatu saat diantara anda sekalian ada yang lebih mengerti ilmu ini daripada saya. Saya berkeyakinan kuat akan hal ini.”
Pernyataan diatas sudah memberikan dorongan kepada siswa untuk lebih santai dan lebih menikmati kebersamaannya dengan anda. Jika kelas sudah santai dan dinikmati, maka pelajaran mudah diberikan. Dalam memberikan pelajaran, anggaplah kita sedang bercerita tentang pengalaman sehingga ilmu apapun itu tidak terkesan menyeramkan.

Mengajar itu Memberi Motivasi
Dalam mengajar, pastikan selalu memberikan motivasi kepada murid-murid kita. Motivasi bisa dilakukan di seluruh waktu, namun ada waktu-waktu yang terbaik.

1. Motivasi di pertemuan pertama 

Untuk ini saya menjiplak guru SD saya dulu, namanya pak Jamari, beliau adalah guru IPA kelas 2. Saat pertemuan pertama, beliau membawa sebuah gambar Thomas Alva Edison dan memajangnya di depan kelas lalu bercerita tentang Thomas Alva Edison. Ketika saya naik kelas, saya melihat guru saya itu melakukan hal yang serupa pada adik kelas saya. Ya, setidaknya bagi anak-anak kelas 2 SD, kisah Edison itu inspiratif. 

2. Motivasi pada tengah pelajaran 

Saya terbiasa memberikan hadiah bagi mereka yang dapat mengerjakan sesuatu yang saya tugaskan di tengah-tengah pelajaran. Ini saya tiru dari seorang guru biologi SMP saya. Reward itu bisa berupa makanan atau minuman dan terkadang alat tulis. Reward ini bisa menyesuaikan dengan kebutuhan. Mungkin untuk guru sekolah bisa dengan menjanjikan kebebasan pekerjaan rumah bagi yang dapat menjawab pertanyaan. Yah, hal-hal semacam itulah, tergantung bagaimana kreatifitas dan keadaan.
3. Motivasi diakhir pelajaran 
Untuk ini saya mencontoh dari tayangan di TV yang menampilkan kilasan sebelum jeda iklan. Saya terbiasa memberikan preview pelajaran selanjutnya pada bagian yang menarik sebelum kelas berakhir. Hal ini membuat siswa kita menjadi semangat untuk mengikuti kelas kita selanjutnya. Penasaran adalah senjata guru untuk membuat kelasnya menjadi diminati oleh murid-muridnya.
Dan tak lupa, sebagai seorang guru kita haruslah menjadi seseorang yang dapat menyakinkan murid kita bahwa mereka hebat. Kita harus bisa menanamkan kepada mereka bahwa mereka pasti bisa melakukan apa saja asalkan berusaha dengan baik. Hal ini dapat kita tempuh dengan menghindari kalimat-kalimat yang menurunkan keyakinan terhadap diri mereka sendiri. Saya sendiri berpendapat bahwa tidak ada orang bodoh, hanya saja memiliki pemahaman yang berbeda.

Mengajar itu Memberi Contoh


Seorang guru SMA saya pernah mengatakan bahwa “ajarkan apa yang kamu bisa, bukan apa yang kamu tahu”. Maksudnya adalah apa yang kita ajarkan sebaiknya adalah sesuatu yang kita mengerti dan bisa kita lakukan. Lakukan dengan memberikan contoh. Ketika memberikan pelatihan, saya lebih banyak memberikan contoh dan mempraktekkan langsung supaya siswa mengerti dan tidak hanya mengimajinasikan dalam pikiran saja. Oleh karena itu sebagai guru kita harus paham konsep dari suatu hal yang diajarkan. Pemahaman konsep akan membuat kita mudah memberikan contoh apa saja dan memecahkan problematika yang mungkin dihadapi oleh para siswa.
Hal-hal diatas hanyalah sekelumit dari bagaimana mengajar yang baik. Selain dari pengalaman mengajar, pengalaman saya duduk sebagai siswa dari kecil hingga dewasa juga mempengaruhi kesimpulan tentang bagaimana seharusnya seorang guru itu mengajar. Mungkin ada yang mau menambahkan?

11 CARA BELAJAR EFEKTIF DAN MUDAH MENGHAPAL

Sumber : www.levo.com

1. Belajar tanpa Mood
Belajarlah karena kesungguhan kita untuk berubah, jangan belajar hanya dengan berlandaskan mood saja.

2. Belajarlah di manapun anda suka

Carilah tempat yang nyaman dan dapat menenangkan pikiran kita sewaktu belajar, dengan keadaan yang nyaman kita akan lebih mudah dalam memahami materi.


3. Jangan belajar terlalu banyak ketika akan ujian
Inilah sebuah doktrin yang saya rasa sangat keliru, "kamu harus belajar sungguh-sungguh, besok ada ujian"..kira-kira teman-teman sudah mendengar ocehan yang seperti itu? Ini adalah kesalahan, sebenarnya ketika akan ujian itu kita gunakan untuk merehat otak sekejap, justru pas hari-hari biasalah kita harus sungguh-sungguh. Sistem KS (kebut semalam) sangat merusak cara berpikir kita, karena hanya akan menimbulkan tekanan bukan pengetahuan.


4. Belajar sambil diskusi
Belajar secara kelompok memang dimaksudkan agar seseorang yang kurang mampu memahami materi bisa berdiskusi dengan orang yang sudah paham. Sehingga pertukaran ide terus berjalan, yang pintar tidak semakin pintar, begitu pula yang bodoh tidak semakin terperosok. Semua bisa menjadi seimbang.


5. Belajar dengan diiringi musik
Musik memang bisa meningkatkan konsentrasi kita dalam belajar, namun hal ini tidak selalu terjadi pada setiap orang. Ada beberapa orang yang malah suka keadaan yang hening. Jadi, jika musik bisa membantumu berkonsentrasi, just listen it :)


6. Jangan hanya menghafal
metode menghafal mungkin bisa menyukseskan kita dalam mencari "nilai-yang-baik", namun apakah pengetahuan kita bertambah? tidak. Pahamilah materi dengan mempelajari konsep-konsepnya, bagaimana hal itu bisa terjadi, mengapa, apa selanjutnya, begitulah cara berpikir yang harus dikembangkan meskipun memakan waktu yang cukup lama. Sehingga kita akan tahu betapa indahnya Ilmu Pengetahuan itu. Dalam film 3 idiots, ada sebuah quotes yang sangat mengena: "Dengan menghafal, kamu bisa menghemat waktumu selama 4 tahun di universitas, namun kau telah menghancurkan 40 tahun hidupmu kedepan"



7. Jangan malu-malu untuk bertanya
Bila kita ada yang belum paham mengenai materi yang diajarkan, cukup dengan acungkan jari dan bertanyalah kepada bapak/ibu guru, jangan malu bertanya bila kita tidak bisa, jangan jadikan gengsi "takut dibilang lambat oleh teman2" sebagai alasan, karena hal yang seperti itu tidak masuk akal!


8. Coba dan Gagal (Trial and Error)
Dalam hidup ini, gagal adalah teman kita juga, jadi jangan pernah menghindar darinya. Kita terjatuh, untuk apa? agar kita tahu bagaimana cara untuk bangun. Kita tidak akan pernah tahu yang benar itu bagaimana jika kita tidak kenal dengan KESALAHAN dulu. Materi yang sesulit apapun, pasti akan bisa kita kuasai asal tidak ada kata menyerah memahaminya. Coba terus, gagal sudah biasa.


9. Cintailah mata pelajaran yang anda suka
Anda tidak bisa dalam fisika (misal), namun anda sangat mencintai pelajaran yang satu ini. Maka dengan kecintaan itu, suatu saat akan menjadikan anda seorang fisikawan hebat, karena sesuatu yang dilakukan sepenuh hati akan menghasilkan hasil yang memuaskan. Sekarang tidak bisa, namun karena kecintaan tersebut anda mempelajarinya setiap waktu, tunggulah hingga mimpi indah tiba. You'll be the best, but wait until the time's coming on ^_^



10. Ingatlah tujuan utama kita sekolah
Tujuan utama kita sekolah ialah untuk mencari ilmu pengetahuan, bukan hanya menerima "Cara Untuk Memperoleh Nilai yang Baik" saja. Nilai tidak akan bisa mencerminkan kualitas seseorang, lihatlah kenyataannya. Tidak masalah kita ada di peringkat berapapun, yang terpenting ialah belajar bukan untuk mencapai kesuksesan..tetapi untuk membesarkan jiwa. ini merupakan Cara Belajar paling Efektif yang terus saya gunakan, karena saya yakin ilmu bukan sebatas CORETAN NILAI, tapi banyaknya kita berbagi kepada sesama.



11. Kunci semua metode belajar
Kuncinya terletak pada kesungguhan kita dalam berdo'a, karena saya masih ingat betul ada yang bilang kecerdasan seseorang 73% dari kesungguhan do'anya, sedangkan 27% dari belajar. Intinya do'a sangatlah penting, sebagai bentuk pasrah kita Kepada Allah. Namun belajar juga sangatlah penting, ingat! Tidak bisa mencapai 100% tanpa ada yang 27% tersebut.


iya kalau pas nice mood, la kalau pas bad mood kita jadikan alasan untuk kita tidak belajar, saya berani jamin ilmu yang anda pelajari akan sama halnya dengan air yang menetes di lapangan panas, sangat mudah menguap. Jadi jangan pernah belajar berdasarkan mood ya kalau ingin hasil yang memuaskan.

6 CARA BELAJAR MENULIS ARTIKEL BAGI PEMULA

Sumber : Google.com 

Hidup ini adalah rangkaian dari proses belajar. Maka belajar menulis bukanlah suatu hal yang tabu, asal ada kemauan yang kuat dan setia dengan suka duka, maka belajar menulis akan menjadi asyik untuk dilalui oleh Anda.

Next, tapi sebelumnya, kita harus sepakat dulu ya tentang pengertian belajar itu apa sih? Setelah saya melakukan penelisikan di mbah gugle dan hasilnya adalah:

Seorang Ahli Winkel, mengatakan bahwa: "Belajar adalah semua aktivitas mental atau  psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dalam lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengelolaan pemahaman. (http://belajarpsikologi.com/pengertian-belajar-menurut-ahli/)
Berikut merupakan  6 cara belajar menulis artikel bagi pemula yang di ulas oleh  salah seorang blogger dengan nama blog kiatmenjadipenulissukses.blogspot.com

1. Menulislah tentang artikel apa saja
Saya dulu merasakan ketika mau menulis mengalami kebingungan, karena tidak ada ide. Lalu, pertanyaannya adalah jika kita menunggu ide muncul, maka ntah kapan kita akan menulis. Bagi penulis pemula yang dibutuhkan adalah bukan ide yang muncul, tapi tulislah dan jadikan setiap momen untuk memunculkan ide menulis artikel. 

2. Ketika menulis artikel Jangan berpikir benar atau salah, itu nanti belakangan untuk di edit.
Seringkali kita disibukkan dengan benar atau salah, cocok atau tidak, pantas atau tidak, dan masih banyak lagi dogma yang menakuti kita untuk menulis artikel, dan ini memang karakter pikiran kita yang selalu tidak suka dengan kekurangan dalam banyak hal, tapi hal ini harus di tepiskan. Anda harus menulis dengan gaya bebas. Karena ternyata setiap penulis terkenal atau sukses punya gaya menulis yang berbeda-beda. 

3. Libatkan emosi Anda dalam menulis artikel
Orang yang menulis artikel dengan pelibatan emosi akan lebih maknyuss hasilnya, dibanding dengan orang yang hanya mengandalkan pikiran doang. Ibaratkan dengan makan makanan yang lezat, pasti Anda melibatkan emosi. Kalau Saya yes..!!

4. Dukung tulisan artikel Anda dengan data dan fakta
Ya, kita butuh referensi dalam menulis artikel supaya kelihatan lebih kaya, karena kita bukanlah seorang profesor (he he). Untuk referensi sangat banyak ditemukan, bisa di buku, di internet, dan wawancara dengan orang lain. Cukup mudah bukan?

5. Jangan ragu atau malu untuk menggunakan kata yang unik, begitu juga dengan kalimat.
Saya senang membaca majalah Tempo, mengapa? Karena ada kata atau kalimat baru dan unik setiap penulisan berbeda edisi. Seperti kata "atau" yang dijadikan "atawa" oleh Tempo. Begitu juga Anda jangan takut dalam hal ini. Belilah kamus bahasa indonesia populer agar perbendaharaan kata Anda semakin kaya dan luas. 

6. Jadikan menulis artikel sebagai kebiasaan setiap hari.

Tanpa kebiasaan, maka pekerjaan menulis akan menjadi berat untuk dinikmati. Seperti tidur, bisa dinikmati ketika dilakukan setiap hari, begitu juga dengan makan. Maka menjadi wajib jika Anda mau menjadi penulis artikel, lakukanlan setiap hari, luangkan waktu, dan menuliskan dengan tekad yang kuat bahwa Anda bisa menjadi penulis.

BELAJAR MENULIS ARTIKEL

Sumber : Ingridnotes

Menulis artikel sebenarnya sesuatu yang mudah dan menyenangkan. Selain itu memiliki kemampuan menulis artikel dapat memberikan banyak manfaat dan keuntungan. Bagi seorang blogger atau pemilik website, menulis artikel adalah hal yang wajib jika ingin memiliki blog atau website yang selalu update. Karena roh atau nyawa dari sebuah website adalah artikel yang bagus dan menarik. Tanpa artikel sebuah website bisa dikatakan hanya sampah yang berserakan di dunia internet.

Belajar menulis artikel sebenarnya sangat mudah dilakukan bagi setiap orang, hanya terkadang orang sering terbentur dengan hal-hal sepele yang justru menghambat proses belajar menulisnya. Nah sebelum memutuskan untuk memulai menulis sebuah artikel, ada baiknya menyimak tips dibawah ini, hal-hal yang harus di hindari ketika ingin menulis artikel.
  • Terlalu banyak pertimbangan dalam memutuskan tema apa yang akan di ambil. Jika ingin piawai dalam menulis artikel sebaiknya jangan pernah ragu dalam mengambil sebuah tema tulisan. Sepanjang tema yang akan anda ambil memiliki banyak referensi dari berbagai sumber. Namun anda juga harus sadar diri untuk tidak pernah dan jangan pernah mengambil suatu tema yang sama sekali anda tidak memahaminya. Oleh karena itu Tema yang terbaik adalah tema yang cukup anda kuasai atau tema yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
  • Terlalu banyak memikirkan mukadimah. Mukadimah yang baik dalam suatu artikel memang penting, namun jika sewaktu anda hendak menulis, anda kebingungan dengan mukadimah sebaiknya abaikan saja mukadimah dari sebuah artikel.
  • Terlalu sering menghapus tulisan yang sudah ditulis. Menghapus tulisan yang salah pengejaan mungkin wajib, tapi menghapus tulisan yang sudah mengalir dan menganggapnya tidak sesuai akan menjadi penghambat dalam belajar menulis. Justru yang seharusnya anda lakukan adalah membiarkan tulisan yang sudah mengalir dan menyesuaikannya dengan tulisan yang baru.
Menulislah seperti layaknya kita bicara. Itu konsep terbaik bagaimana cara belajar menulis sebuah artikel dengan mudah. Cobalah anda melakukan aktifitas monolog atau bicara sendiri didepan sebuah kaca, tentukan tema yang ingin anda bicarakan, kemudian lakukan monolog dengan santai seolah-olah anda sedang bercerita pada diri anda sendiri. Hasilnya anda akan mendapatkan sebuah artikel unik jika percakapan monolog anda tadi anda tuangkan kedalam tulisan.

Lantas bagaimana dengan kaidah menulis dan tata bahasa dalam menulis. Anggap lalu saja semua kaidah menulis  dan tata bahasa, sepanjang tata bahasa anda tidak melantur dan tidak melahirkan sebuah artikel yang berbahasa rusak, saya pikir itu tidak akan menjadikan masalah bagi anda.

Kita harus ingat, kegiatan menulis artikel untuk sebuah website atau blog, bukanlah suatu bentuk ujian yang membuat anda menjadi tidak lulus atau lulus. Tujuan kita menulis artikel adalah menuangkan ide-ide kreatif kita kedalam bentuk tulisan dan menampilkannya di blog kita. Hanya itu saja dan tidak lebih. Jadi kenapa kita harus takut untuk menulis jika tidak ada resiko yang harus kita ambil.

Saya pernah di tanya oleh seorang teman saya, “Mengapa saya harus belajar menulis artikel? dan apa manfaat bagi saya jika saya punya kemampuan menulis artikel. Jawaban saya cukup panjang namun singkatnya adalah dengan memiliki kemampuan menulis artikel kita sama saja menciptakan peluang baru bagi diri kita, saat ini begitu banyak layanan menulis artikel dengan bahasa indonesia maupun dengan bahasa inggris, dan harga dari sebuah artikel bahasa indonesia dengan jumlah kata 300 hingga 500 kata memiliki nilai sekitar tiga puluh ribuan per artikel. Bayangkan jika anda seorang yang hobi menulis dan memiliki kemampuan menulis, berapa rupiah yang akan anda ciptakan hanya dengan menulis.

Kesimpulannya, Menulis artikel itu tidak serumit yang kita bayangkan, cukup meluangkan waktu sejenak dan menentukan tema yang hendak anda tulis, lalu biarkan jari anda menari di atas keyboard dan mengalirkan semua apa yang ada dan terlintas di kepala anda.

Sumber artikel : Riska Mudrka (Kompasiana.com)